Tampilkan postingan dengan label thinking about it :). Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label thinking about it :). Tampilkan semua postingan

Malu - Mahkota Kemuliaan Wanita


“Muslimah cantik, menjadikan malu sebagai mahkota kemuliaannya…” (SMS dari seorang sahabat)

Membaca SMS di atas, mungkin pada sebagian orang menganggap biasa saja, sekedar sebait kalimat puitis. Namun ketika kita mau untuk merenunginya, sungguh terdapat makna yang begitu dalam. Ketika kita menyadari fitrah kita tercipta sebagai wanita, mahkluk terindah di dunia ini, kemudian Allah mengaruniakan hidayah pada kita, maka inilah hal yang paling indah dalam hidup wanita. Namun sayang, banyak sebagian dari kita—kaum wanita—yang tidak menyadari betapa berharga dirinya. Sehingga banyak dari kaum wanita merendahkan dirinya dengan menanggalkan rasa malu, sementara Allah telah menjadikan rasa malu sebagai mahkota kemuliaannya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إنَّ لِكُلِّ دِينٍ خُلُقًا ، وَإنَّ خُلُقَ الإسْلاَمِ الحَيَاء
“Sesungguhnya setiap agama itu memiliki akhlak dan akhlak Islam itu adalah rasa malu.” (HR. Ibnu Majah no. 4181. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan)

Sabda Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam yang lain,
الحَيَاءُ وَالإيمَانُ قُرِنَا جَمِيعًا ، فَإنْ رُفِعَ أحَدُهُمَا رُفِعَ الآخَر
“Malu dan iman itu bergandengan bersama, bila salah satunya diangkat maka yang lainpun akan terangkat.”(HR. Al Hakim dalam Mustadroknya 1/73. Al Hakim mengatakan sesuai syarat Bukhari Muslim, begitu pula Adz Dzahabi)

Jagalah Lisanmu

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
“Allah telah melimpahkan nikmat-Nya atas kalian yang lahir maupun yang bathin..” (Luqman: 20)

Termasuk dari nikmat Allah yang di anugerahkan kepada kita ialah lisan. Allah Ta’ala memuliakan hamba-Nya dengan sebab lisan tersebut, dan lisan juga digunakan sebagai alat untuk mengungkapkan apa yang ada didalam hati.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
“Dia Allah yang Maha Pengasih. Yang telah mengajarkan Al Qur’an. Dia menciptakan manusia. Mengajarkannya pandai berbicara”. (Ar-Rahman: 1-4)
Dan Allah ‘Azza Wa Jalla mengingatkan nikmat-Nya terhadap hamba-Nya. Ketika Allah menciptakan lisan bagi hamba-Nya; sebagaimana dalam firman-Nya:
“Bukankah kami telah menciptakan bagi manusia itu dua mata. Dan kami menciptakan pula satu lisan dan dua bibir”.

Lisan terkadang dapat mengangkat derajat si pemilik lisan tersebut kepada derajat yang paling tinggi. Dan akan terealisir yang demikian ini, ketika lisannya digunakan dalam perkara-perkara yang baik seperti berdoa kepada Allah, membaca al-qur’an, atau untuk kepentingan dakwah dijalan Allah, mengajarkan ilmu dan semisalnya. Dengan kata lain digunakan kepada apa yang diridhai oleh Allah ‘Azza Wa Jalla.

Keajaiban Sebuah Senyuman

Seperti kita ketahui, tersenyum bukan hal yang rumit untuk dilakukan. Hanya dengan menarik bibir beberapa senti, kita dapat menghadirkan sebuah senyum manis di wajah kita. Kita juga hanya butuh tujuh detik untuk mempertahankan senyuman itu sebagai sebuah ketulusan hati. Tapi mengapa senyuman tersebut justru tergantikan oleh wajah masam ?

Mungkin bagi sebagian orang tersenyum bukanlah hal yang penting untuk dilakukan. Tanpa adanya senyum wajah kita terlihat muram dan tidak bercahaya. Kerutan-kerutan di wajah kita menjadi terpampang dengan jelas di wajah kita yang menjadi simbol betapa beratnya beban hidup kita. Dengan membuyarkan senyum di wajah kita, justru membuat wajah kita terlihat garang. Waduh, kalau muram terus bisa jauh tuh jodohnya !

Hidup seseorang akan lebih indah seandainya dihiasi dengan senyum dan tawa. Hanya dengan tersenyum atau melihat senyuman dari orang lain, kita merasa hidup kita tenteram. Segala beban hidup kita terasa hilang saat kita tersenyum. Dengan menerima senyum seseorang kita merasa bahagia. Apalagi bila senyum itu lahir di bibir kita. Bukankah jauh lebih baik ?

Senyuman seperti setitik embun yang membasahi gurun pasir. Senyuman seperti lentera yang menerangi sudut hati. Senyuman seperti udara dalam ruang hampa. Senyuman seperti segenggam emas. Senyuman ibarat nafas yang tak bisa terlepas  dari hidup kita.

Untukmu Ukhti Muslimah

Wahai Saudari Muslimah, siapakah yang menyuruhmu untuk berjilbab?

Untukmu ukhti muslimah...
kemana akan kau bawa dirimu?
kepada gemerlapnya dunia?
gemilaunya harta?
atau pada ketampanan seorang pria?
walaupun kau harus membuka hijabmu
demi mendapat semua yang kau inginkan,
maka kehinaan yang kau dapatkan!

Ghaflah, Kelalaian


"Apakah kalian heran, jika kalian melihat seseorang menangis di surga?" tanya Muhammad bin Wasi' suatu ketika kepada orang-orang yang berada disekitarnya. Mereka menjawab, "Tentu saja kami merasa heran!".

Kemudian Muhammad bin Wasi' mengatakan, "Seharusnya kita lebih heran lagi bila melihat seseorang yang masih hidup di dunia, tertawa terbahak-bahak, sementara ia belum tahu bagaimana akhir perjalanannya di akhirat kelak."


Duhai saudaraku, ini bukan semata-mata soal tertawa terbahak-bahak. Muhammad bin Wasi' sedang menyindir kita tentang jerat-jerat syaitan. Tentang ghaflah, lalai.

Makna Sebuah Cinta

Ibnul Qayyim mengatakan:
“Cinta tidak bisa didefinisikan dengan jelas, bahkan bila didefinisikan tidak menghasilkan (sesuatu) melainkan menambah kabur dan tidak jelas, (berarti) definisinya adalah adanya cinta itu sendiri.”
(Madarijus Salikin, 3/9)

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah mengatakan: “Ketahuilah bahwa yang menggerakkan hati menuju Allah ada tiga perkara: cinta, takut, dan harapan. Dan yang paling kuat adalah cinta, dan cinta itu sendiri merupakan tujuan karena akan didapatkan di dunia dan di akhirat.”
(Majmu’ Fatawa, 1/95)

Keutamaan Seorang Wanita


1. Wanita perlu taat hanya kepada suaminya. Tapi tahukah, bahwa lelaki wajib taat kepada Ibunya 3 kali lebih utama daripada kepada Bapaknya.

2. Wanita menerima warisan lebih sedikit dari pada lelaki. Tapi tahukah, bahwa harta itu menjadi milik pribadinya dan tidak perlu diserahkan kepada suaminya. Sementara apabila lelaki menerima warisan, ia perlu/wajib juga menggunakan hartanya untuk isteri dan anak-anaknya.

Allah Mencintai Orang-orang Sabar

KETAHUILAH...

Jika kau merasa lelah dan tak berdaya dari usaha yang sepertinya sia-sia, ketahuilah... Allah mengetahui betapa kerasnya engkau telah berusaha.

Ketika kau telah menangis sekian lama dan hatimu masih terasa pedih, ketahuilah... Allah telah menghitung tiap tetes air mata yang engkau jatuhkan.

Ketika kau berfikir bahwa hidupmu sedang menunggu sesuatu dan waktu serasa berjalan begitu saja, ketahuilah... Allah sedang menunggu bersamamu.

Bukan Permata Biasa


Di Madinah ada seorang wanita cantik shalihah lagi bertakwa. Bila malam mulai merayap menuju tengahnya, ia senantiasa bangkit dari tidurnya untuk shalat malam dan bermunajat kepada Allah. Tidak peduli waktu itu musim panas ataupun musim din...gin, karena disitulah letak kebahagiaan dan ketentramannya. Yakni pada saat dia khusyu’ berdoa, merendah diri kepada sang Pencipta, dan berpasrah akan hidup dan matinya hanya kepada-Nya.
Dia juga amat rajin berpuasa, meski sedang bepergian. Wajahnya yang cantik makin bersinar oleh cahaya iman dan ketulusan hatinya.