Tampilkan postingan dengan label karunia-Nya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label karunia-Nya. Tampilkan semua postingan

Diantara Keajaiban Mata


Alam,
ciptaan Allah sungguh amat mempesona. Keindahannya tak bisa kita pungkiri lagi. Ketika kita melihat taman-taman yang indah dan tanah-tanah yang lapang. Ketika kita melihat kesegaran rumput hijau di pagi yang cerah. Tatkala kita melihat berbagai wajah-wajah dengan aneka ragam bahasa dan warna kulit.  Belum lagi aneka bunga, tanaman, hewan, dan makhluk lainnya yang mempesona mata. Pernahkah terpikir oleh kita―saat terbangun di pagi hari dan menyaksikan ribuan nikmat itu― apa makna di balik semua keindahan ciptaan Allah SWT ini ?
Saya yakin banyak diantara kita yang menjadi lebih suntuk ketika hari menjadi petang. Matahari kian tenggelam di ufuk Barat. Suasana menjadi gelap, taman-taman yang tadinya indah kini tak tampak lagi. Warna alam yang menggairahkan seakan menjadi pudar. Sekali lagi coba anda renungkan nikmat penglihatan yang Tuhan berikan kepada anda. Setiap panca indera yang dianugerahkan kepada kita menempati porsi kebahagiaan yang tertentu pula. Mata, hidung, telinga, lidah dan kulit, semuanya memiliki prosentase kenikmatan yang berbeda. Saya juga yakin
anda sependapat bahwa diantara kelima panca indera itu, mata merupakan salah satu yang paling besar peranannya.

Apakah Kita Sadar ?

Kita lahir dengan 2 mata di depan wajah kita, karena kita tidak boleh selalu melihat ke belakang. Tapi pandanglah semua itu kedepan, pandanglah masa depan kita.


Kita dilahirkan dengan 2 buah telinga di kanan dan di kiri, supaya kita bisa mendengarkan semuanya dari dua sisi, dua versi. Untuk bisa mengumpulkan pujian dan kritik dan menyeleksi mana yang benar dan mana yang salah.


Kita lahir dengan otak didalam tengkorak kepala kita. Sehingga tidak peduli semiskin apapun kita, kita tetap kaya. Karena tidak akan ada satu orang pun yang bisa mencuri otak kita, pikiran kita dan ide kita.